Skip to content

Segmen β€” Pemda, instansi & pembeli IT ​

Sumber: 03-segments/pemerintah.md, instansi.md, it-buyers.md
Perangkat desa sebagai perantara warga β†’ Desa


A. Pemerintah (B2G) ​

Cakupan: kementerian, dinas, pemda, pemkot, kecamatan, desa sebagai institusi.

Mengapa penting ​

Nilai job bisa besar (survey area, inventaris, sistem GIS). Cycle panjang β€” akun Tier A/B jangka menengah, bukan closing kilat.

Bukti: mitra ATR/BPN Β· case IT basis data spasial tanah pemda Β· survey + IT satu pintu.

Stakeholder tipikal ​

PeranFungsi
Kepala dinas / sekretaris daerahArah & anggaran
Kabid / Kasie teknisUser & spek
Pengadaan / PPBJJalur beli formal
IT / operator dataInfluencer WebGIS/app
Konsultan pendampingInfluencer teknis

RO wajib petakan: siapa user, siapa yang bayar, siapa yang putuskan.

Pain point khas ​

  1. Data tanah/aset tercecer
  2. Pimpinan sulit β€œlihat di peta”
  3. SDM belum mahir QGIS/CAD
  4. Proyek infrastruktur butuh topografi / stake out
  5. Inventaris tanah tidak terupdate
  6. Takut vendor tidak paham konteks pertanahan

Produk prioritas ​

KebutuhanProduk
Sistem kelola tanah/aset spasialCustom GIS/Peta (#1 IT)
Lihat & kelola di browserWebGIS
Input lapangan via HPMobile GIS
SDM belum siapPelatihan QGIS / AutoCAD
Ukur/pemetaan proyekTopografi, drone, stake out, PBT
Portal info sederhanaWeb biasa (prioritas rendah)

Detail jual IT: IT & pelatihan

Jalur masuk realistis ​

  • A β€” Dari survey: topografi / inventaris lapangan β†’ naik ke WebGIS/custom
  • B β€” Dari sistem: mau aplikasi/WebGIS dari awal β†’ discovery IT + eskalasi pimpinan
  • C β€” Dari pelatihan: QGIS/AutoCAD β†’ lanjut jasa atau sistem
  • D β€” Pengadaan formal: undangan / tender β†’ pimpinan memimpin; RO bantu relasi

Karakter beli B2G ​

CiriImplikasi
Anggaran tahunanTanya tahun anggaran & sisa pagu
Banyak mejaJangan andalkan 1 kontak saja
Butuh dokumenSiap proposal / bahasa KAK-friendly
Cycle panjangCatat di CRM; cadence sabar
Risiko reputasi tinggiZero tip, zero β€œorang dalam”

Discovery wajib ​

  1. Unit kerja / dinas apa?
  2. Masalah yang ingin diselesaikan tahun ini?
  3. Data existing dalam bentuk apa?
  4. Survey lapangan, sistem, pelatihan, atau kombinasi?
  5. Ada KAK / Tor / anggaran sudah diplot?
  6. Jalur beli: langsung / undangan / tender?
  7. Siapa user harian vs penentu anggaran?
  8. Deadline kegiatan / SPJ?

Bahasa ​

"Kami KJSB mitra ATR/BPN yang juga membangun sistem basis data spasial. Untuk pemda, biasanya kebutuhannya bukan hanya ukur sekali β€” tapi data tanah/aset yang bisa dikelola dan dipantau."

"Kami pernah mengerjakan aplikasi basis data spasial untuk tanah di lingkungan pemda."

Do / Don't ​

Do: libatkan pimpinan Benning sejak sinyal anggaran/tender/sistem Β· catat pejabat + staf teknis Β· tawarkan langkah kecil dulu Β· jaga etika soal BPN Β· follow-up sabar.

Don't: RO meneken harga tender sendiri Β· janji integrasi KKP/BPN otomatis Β· tip / percepatan informal Β· mengaku bagian BPN/pemda Β· overpromise timeline sistem Β· spam broadcast pejabat.

Escalation ​

SituasiKe
Ada KAK/Tor / RABPimpinan
Undangan pengadaan / tenderPimpinan
Custom GIS / WebGISPimpinan (scoping)
Pelatihan paketPimpinan (harga)
Survey lapangan biasa (non-tender)RO + teknis; update pimpinan jika nilai besar
Permintaan abu-abuTolak + etika

Next step pertemuan pertama ​

  1. Pahami masalah + unit kerja
  2. Dapatkan kontak teknis
  3. Minta dokumen/data sample jika ada
  4. Jadwalkan scoping dengan pimpinan Benning (IT/pengadaan)
  5. Kirim one-pager kemampuan β€” tanpa harga liar

B. Instansi (BUMN / swasta / corporate) ​

Bedakan dengan pemda ​

Pemda/dinasInstansi/corporate
MotifPelayanan publik, anggaranRisiko aset, operasi, compliance, ekspansi
BeliSering pengadaan formalPO / kontrak / pengadaan internal
BahasaAkuntabilitas, inventaris, bimtekDue diligence, monitoring, efisiensi
CycleSering lebih panjangBisa lebih cepat jika owner/ops putuskan

Pain & produk ​

Due diligence lahan Β· inventaris tidak rapi Β· topografi/stake out proyek Β· dashboard spasial Β· vendor survey & IT terpisah.

KebutuhanProduk
Due diligenceUkur luas, boundary, (opsional) topografi
Legal bidangPBT
Desain/proyekTopografi, stake out, drone
Inventaris & monitoringCustom GIS / WebGIS / Mobile GIS
Kapasitas timPelatihan QGIS / AutoCAD

Discovery wajib ​

  1. Aset existing atau akuisisi baru?
  2. Berapa banyak bidang/lokasi (kasar)?
  3. Pain: batas, luas, sertifikat, monitoring, atau proyek?
  4. Data sekarang di mana?
  5. File saja atau sistem rutin?
  6. Deadline board/audit/proyek?
  7. Vendor existing?

Bahasa ​

"Kalau aset lahannya banyak, risiko terbesar biasanya data tidak seragam β€” luas, batas, status. Kami bisa bantu dari pengukuran resmi sampai sistem peta untuk monitoring."

Do: mulai dari use-case konkret Β· pola ukur/rapihkan data β†’ baru WebGIS.
Don't: soft-sell retail (β€œdiskon hari ini”) Β· janji compliance/audit otomatis Β· custom non-GIS di luar fokus.

Eskalasi: sistem IT / multi-lokasi / BUMN pengadaan / nilai besar β†’ pimpinan.

Cross-sell ​

Due diligence / ukur / topo
    β†’ inventaris multi-lahan
        β†’ WebGIS / custom GIS
            β†’ Mobile GIS + pelatihan

C. Pembeli IT (lintas segmen) ​

SegmenProduk IT paling masukCatatan
Desa / pemda / dinasWebGIS, pelatihan, custom appCycle panjang; pimpinan
DeveloperWebGIS inventaris, opsional mobileSetelah/bersama data lapangan
Instansi / BUMNWebGIS aset, custom, mobile GISScoping ketat
NotarisJarang; cukup tahu diferensiatorJangan memaksa
RetailHampir tidakFokus PBT/ukur

Prioritas prospecting IT awal ​

  1. Akun survey yang sudah berjalan (upsell data β†’ sistem)
  2. Desa/dinas dengan kebutuhan inventaris
  3. Developer multi-proyek/lahan
  4. Tender/program digitalisasi (eskalasi pimpinan)

Script: WA pemda Β· WA IT

Internal β€” KJSB Benning dan Rekan Β· RO Playbook