Skip to content

Topografi & drone โ€‹

Sumber: 02-products/topografi.md, 02-products/drone.md

Pengukuran topografi โ€‹

Masalah โ€‹

Klien butuh bentuk permukaan tanah (elevasi, kontur, situasi lapangan) untuk merancang tapak, drainase, hitung galian/timbunan, dan mengurangi salah desain.

Target & trigger โ€‹

Developer perumahan (primer), konsultan/arsitek/sipil, kontraktor, pemda, pemilik lahan yang akan bangun.

Trigger: lahan dikuasai/mau dibeli & mau desain ยท cut & fill / RAB ยท drainase & grading ยท sebelum konstruksi.

Input dari klien โ€‹

  • Batas area kerja
  • Tujuan pemakaian data
  • Interval kontur jika mereka sudah punya spek
  • Format file khusus (di luar PDF/DWG)
  • Luas area, akses lahan, kontak lapangan

Proses (bahasa RO) โ€‹

  1. Klarifikasi luas area + tujuan pakai data
  2. Tentukan interval kontur:
    • Jika klien menyebut โ†’ ikuti
    • Jika tidak menyebut โ†’ teknis cek beda elevasi dulu (jangan mengarang default 0,5 / 1 m)
  3. Survey lapangan โ†’ pengolahan โ†’ serah deliverable

"Interval konturnya kami sesuaikan setelah lihat beda tinggi tanahnya. Kalau tanahnya relatif datar, intervalnya kami atur supaya garis konturnya tetap bermanfaat."

Output โ€‹

DeliverableStatus
PDFStandar praktis
DWGStandar praktis
Format lain (DXF, SHP, dll.)Bisa, jika diminta
Orthomosaic droneTidak selalu โ€” produk terpisah

"Hasilnya paling sering kami serahkan PDF dan DWG. Kalau konsultan Bapak butuh format lain, bisa kami sesuaikan."

Value & kalimat RO โ€‹

"Kami ukur kondisi lapangan sebenarnya โ€” kontur dan situasi โ€” supaya site plan dan hitungan volume tidak mengarang dari Google Earth."

Objection โ€‹

ObjectionArah respons
"Pakai Google Earth saja"Cukup gambaran kasar; berbahaya untuk RAB/drainase/tapak.
"Lahan masih kosong, nanti saja"Justru di awal menghemat redesign & salah cut-fill.
"Sekalian drone dong"Bisa; orthomosaic terpisah dan tidak selalu diperlukan.
"Interval berapa?"Ikuti spek Anda; jika belum ada, kami sesuaikan dari beda tinggi.
"Mahal"Quote mengikuti kompleksitas; eskalasi hitung ke pimpinan jika ragu.

Cross-sell โ€‹

Sebelum: verifikasi luas / boundary ยท Sesudah: stake out โ†’ pematokan โ†’ PSU โ†’ PBT kavling ยท Opsional jarang: drone

Batasan โ€‹

  • Topografi โ‰  PBT / sertifikat
  • Tidak menggantikan IMB/PBG
  • Jangan janji interval tertentu sebelum spek klien atau cek elevasi
  • Jangan otomatis bundling drone

Pricing (internal) โ€‹

Harga topografi โ‰ˆ 1,25ร— โ€“ 1,5ร— harga ukur luas (objek sama)

Hitung dulu ukur luas โ†’ kalikan 1,25โ€“1,5 sesuai kompleksitas. Di luar rentang / ragu โ†’ pimpinan.

Timeline โ€‹

Jangan janji tanpa cek teknis (luas, medan, cuaca, spek).


Pemetaan drone (orthomosaic) โ€‹

Masalah โ€‹

Klien butuh peta foto udara area yang akurat โ€” bukan sekadar video/foto drone biasa.

Catatan jual โ€‹

Jarang otomatis dipaket dengan topografi. Tawarkan terpisah jika klien memang butuh visual udara / orthomosaic.

Proses & output โ€‹

  1. Tentukan area & spek keluaran
  2. Akuisisi foto udara
  3. Proses orthomosaic
  4. Pengikatan/akurasi dengan GNSS RTK (bukan GPS drone saja)
  5. Serah produk

Output: peta foto udara / orthomosaic dengan akurasi standar GNSS RTK.

Kalimat pembeda โ€‹

"Kami serahkan peta foto udara orthomosaic dengan akurasi GNSS RTK โ€” bukan mengandalkan GPS bawaan drone saja."

Objection โ€‹

ObjectionArah respons
"Drone biasa juga bisa foto"Bedanya orthomosaic + akurasi RTK untuk dipakai ukur/plan.
"Sekalian buat sertifikat?"Drone โ‰  PBT. Arahkan produk PBT.

Pricing (internal โ€” acuan) โ€‹

PaketAcuan pengalaman
Orthomosaic tanpa GCPยฑ Rp 12.000.000 untuk 60 Ha (rough โ‰ˆ Rp 200.000/Ha)
Dengan ketelitian standar GNSS / GCPAda harga tambahan โ€” quote pimpinan

Batasan โ€‹

  • Bukan pengganti PBT/NIB
  • Timeline menyesuaikan luas & cuaca; jangan janji tanpa cek teknis

Internal โ€” KJSB Benning dan Rekan ยท RO Playbook